Tiga Tahun Bersama Nissan March 1.2 MT 2013

Sharing sedikit mengenai pengalaman pribadi mengendarai Nissan March selama tiga tahun. Mungkin posting an ini agak telat bagi anda yang mengincar mobil baru, tapi tidak pernah telat bagi anda yang akan membeli mobil bekas.

Nissan March 1.2 MT 2013
Nissan March 1.2 MT 2013 bersama istri

Saya akan memberikan gambaran mengenai bagaimana mobil ini saya pakai selama lebih-kurang tiga tahun agar mudah-mudahan penilaiannya bisa lebih detail terhadap cara dan kondisi berkendara.

Mobil ini saya beli baru dari Nissan Bandung, melalui teman dari teman SMA saya yang berprofesi sebagai sales pada akhir 2013 (STNK terdaftar Maret 2014), seharga 165juta an. Mobil yang saya beli merupakan tipe terendah dari semua varian Nissan March (varian lainnya bisa di googling saja ya).

Alasan satu-satunya kenapa saya harus repot-repot beli dari Bandung adalah karena saya kurang sabar saja. Saat saya beli mobil ini, saya lagi di Kupang (dinas luar pulau), sehingga tidak ada waktu dan untuk bertemu dengan sales, test drive dan lain sebagainya (rata-rata sales ingin bertemu secara langsung). Sehingga dengan bantuan teman saya, saya bisa beli mobil dengan komunikasi telpon, dan kirim semua persyaratan by email saja.

Setelah pulang dari dinas, saya ambil sendiri mobil ini ke dealer dan saya kendarai dari bandung ke rumah di Tasikmalaya (lewat jalur Garut-Singaparna). Perjalanan lebih kurang ditempuh selama tiga jam. Jalur Bandung-Tasikmalaya melalui Garut-Singaparna merupakan jalur yang banyak sekali melewati perbukitan, tanjakan, turunan, jalan berkelok-kelok. First impression dari mobil ini adalah handlingnya mantap, termasuk menikung saat turunan maupun tanjakan. Dengan mesin 1200cc, mobil ini juga masih mantap untuk menyalip bis atau kendaraan lain ditanjakan. Secara umum tidak ada masalah dengan performa mesin dan handling nya.

Setelah cukup puas dengan perjalanan Bandung-Tasikmalaya, saya harus meninggalkan dulu mobil ini karena dinas ke luar negeri (China) selama lebih kurang dua minggu. Setelah pulang dari dinas, saya bawa mobil ini ke tempat base kerja saya di Bayah, Banten. Tasikmalaya-Bayah menemuh sepuluh jam perjalanan. Track Tasikmalaya-Palbuhan Ratu (Sukabumi) masih terbilang biasa saja. Setelah itu, Palabuhan Ratu-Bayah tracknya sudah mulai berbeda. Belokan tajam, naik turun bukit, jalan sempit, tebing curam menjadi keseruan sendiri saat melewatinya.

Pertengahan tahun 2015, saya menikah dengan istri saya dan mengharuskan saya menempuh Bayah-Jakarta tiap akhir pekan untuk mengunjungi istri saya yang kebetulan saat itu masih bekerja di Jakarta. Track Bayah-Palabuhan ratu pun harus ditambah jalur dengan jalur Cikidang yang tidak kalah menantang dengan trak Bayah-Palabuhan Ratu. Setiap akhir pekan, mobil city car ini pun dihajar selama lebih kurang satu tahun.

Pertengahan 2015 saya pindah kerja ke Ajibarang, Banyumas, Jateng. Mobil city car ini pun mengakhiri penderitaanya menempuh jarak jauh dan track yang sulit selama dua tahun terakhir. Di tahun ketiga ini perjalanannya hanya track perkotaan biasa, yang sebulan sekali dipakai mudik baik ke Tasikmalaya atau ke Garut.

Di tahun ke-tiga ini saya mulai merasakan suspensi mobil lebih keras dan suara ban yang menjadi berisik juga mendambah ketidak nyamanan ini. Karena keras dan berisiknya suara kaki-kaki mobil, saya putuskan untuk mengganti semua bannya, dari merk Dunlop ke Bridgeston. Saya juga menambah ukuran bannya dari standard Nissan March ke standard Suzuki Ertiga. Suara berisik ban selsai, namun suspensi mobil masih keras.

Saat saya melakukan servis rutin, saya berkonsultasi dengan teknisi Nissan. Hasilnya, walaupun sudah dicek, namun tidak ditemukan hal ganjil pada kaki-kaki mobil. Sampai saya menjual mobil ini pada awal tahun 2016, masalah kaki-kaki ini belum terpecahkan.

Secara umum, kesimpulan yang bisa saya berikan tentang mobil ini adalah:

  1. Handling sangat baik, radius putar kecil, manuver mantap
  2. Mesin tidak ada kendala, tapi dengan pemakaian premium atau pertalite, bunyi mesin menjadi kasar. Disarankan anda menggunakan pertamax jika mesin masih bersuara sunyi senyap halus
  3. Mesin 1200cc sangat nanggung, lebih disarankan memilih yang 1500cc karena secara psikologis anda akan merasa biayanya sama saja walaupun secara teoritis berbeda
  4. Kaki-kaki mobil makin keras entah karena kondisi pemakaian atau memang karena umur
  5. Ban bawaannya makin lama makin keras dan makin berisik
  6. Luas bagasi belakang bisa dibilang paling luas dikelasnya
  7. Kualitas audio bagus, jika dibandingkan Suzuki Ertiga dan Honda Mobilio, kualitas audio jauh lebih bagus Nissan March
  8. Jika dibandingkan Livina, lampu depan Nissan March lebih terang dari Livina
  9. Jika dibandingkan Livina, suara mesin Nissan March lebih terdengar ke dalam kabin
  10. Secara umum, kualitas Nissan March memang lebih baik dikelasnya, kecuali kaki-kaki yang keras saja. Walaupun khas mobil kecil adalah suspensi kaku, tapi sepertinya Nissan March terkaku dikelasnya

Author: Irman

Irman Rostaman. Asal Tasikmalaya, pendidikan terakhir S1 Teknik Fisika UGM. Sekarang bekerja sebagai Instrument Superintendent di PT. Sinar Tambang Arthalestari (Semen Bima). Sebelumnya sempat menjadi Instrument Engineer di PT. Cemindo Gemilang (Semen Merah Putih). Karena sering lupa, blog ini saya buat sebagai tools pengingat lupa. Mudah-mudahan bernilai lebih sehingga bisa berbagi pengetahuan dan bisa mengingatkan yang lupa :D

One thought on “Tiga Tahun Bersama Nissan March 1.2 MT 2013”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s