RSS

Author Archives: Irman

About Irman

Saya Irman Rostaman, Lahir di kota yang dikenal sebagai kota santri, Tasikmalaya, pada tahun 1989 silam. Saya adalah anak ketiga dari tiga bersaudara. Pada tahun 1995, saya memulai pendidikan dasar saya di SDN Nagarasari VI, kemudian pada tahun 2001 saya masuk ke SMPN 7 Tasikmalaya, dan pada tahun 2004 saya melanjutkan ke SMAN 1 Tasikmalaya. Sejak Tahun 2007 sampai saat ini, mengenyam pendidikan dibangku kuliah, tepatnya di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Jurusan Teknik Fisika.

Tahap-Tahap Penambangan

Ga kerasa nih udah seminggu aje OJT (On The Job trainning) di Semen Kupang. Yah walau pun Semen Kupang dibawah manejemen PT. Sarana Agra Gemilang, dan Ane dibawah manajemen PT. Gama Group, tapi empu nya sama2 Pak Ganda Sitorus dan pak martua Sitorus, jadi di name tag Ane jadinya PT. Sarana Agra Gemilang hahaha.

Seminggu ini Ane kebagian OJT di Department Mining. Dept. Mining sendiri sebenernya dibagi dua, Heavy Equipment sama Mining sendiri. Nah kebetulan Ane di Mining-nya. Kali ini Ane mau share aja pengetahuan secara umum di dunia Mining, yaitu tahap-tahap penambangan.

1. Eksplorasi

Tahap yang pertama yaitu Ekcplorasi, Eksplorasi sendiri dibagi menjadi dua, yaitu:

a. Umum

Dari Eksplorasi umum yaaah intinya survey jalan2 di “calon” area tambang, jalan2 ke sungai liat2 singkapan lapisan2 tanah/batuan. Kan ntar jadi ketauan tuh formasi batuan secara kasar yang bisa dilihat mata. Nah, dari hasil eksplorasi umum ini ntar kita bisa mengetahui cadangan tereka. Cadangan disini tentunya Cadangan yang akan ditambang, misalnya batu kapur, atau tanah liat, dsb.

b. Detail

Kegiatan Eksplorasi secara detail sudah mulai melakukan pengeboran2 yang dilakukan untuk mengambil sampel dari area tambang. Dari sampel2 ini dianalisis dan didapat cadangan terkira.

2. Studi Kelayakan

Studi kelayakan merupakan analisis lebih lanjut dari eksplorasi detail. Dari sini didapat hasil analisis selain kualitas, volume/cadangan material tambang terukur juga didapat analisa biaya operasional yang dibutuhkan untuk melakukan operasional tambang.

3. Development

Pada tahap ini mulai dibangun mesh, kantor, masuknya alat berat untuk pembukaan jalan, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sarana dan prasarana.

4.Eksploitasi

Eksploitasi merupakan kegiatan pengambilan bahan baku yang terdiri dari tahap-tahap berikut:

a. Land clearing

Pada tahap ini, pohon dan semak-semak yang menutupi area tambang ditebang dan dikumpulkan pada suatu tempat pengumpulan. Biasanya digunakan dozer untuk melakukan ini.

b. Removing top soil

Merupakan kegiatan memisahkan lapisan tanah pucuk dari permukaan yang akan ditambang, biasanya top soil disimpan ditempat tertentu (dipisahkan dari semak dan pohon) untuk nantinya akan digunakan lagi sebagai penutup area tambang setelah kegiatan penambangan ditutup/selsesai

c. Pengambilan bahan baku

Pengambilan bahan baku dilakukan melalui:

i. Ripping and Dozing

Biasanya dilakukan dengan menggunakan Ripper dan Dozer

ii. Loading

Loading merupakan kegiatan pemuatan bahan baku pada Dump Truck (DT) oleh Excavator/Loader, atau jelasnya pemuatan bahan baku ke dalam alat angkut

iii. Hauling

Hauling merupakan proses pengangkutan bahan baku dari area tambang menuju pabrik.

5. Reklamasi

Reklamasi atau penutupan area tambang merupakan tahap akhir dimana sudah tidak dilakukan kegiatan penambangan lagi di area tambang tersebut. Oleh karena itu dilakukan penutupan area tambang dengan cara mengembalikan top soil yang sebelumnya diangkat dari permukaan tanah.

Kira-kira secara umum begitu lah Gan tahap-tahap penambangan, mudah2an bisa jadi pengetahuan buat kita-kita orang awam yang ga tau masalah tambang :D

 
Leave a comment

Posted by on June 2, 2012 in Sharing Ilmu

 

Tags: , , , , , , , ,

Bahan Bakar Pabrik Semen (batubara)

Kali ini Ane coba sharing mengenai bahan bakar apa yang biasa dipakai di pabrik semen, serta apa aja parameter-parameter kualitas bahan bakar yang dipakai serta bagaimana parameter-parameter tersebut mempengaruhi sifat dari bahan bakar itu sendiri. Mungkin tidak semua jenis bahan bakar bisa diterangkan lebih lanjut, hanya secara umum saja dari bahan bakar yang paling populer di pabrik semen.

Umumnya, pabrik semen di Indonesia menggunakan beberapa jenis bahan bakar diantaranya seperti:

1. Bahan bakar padat: batubara, arang, kayu, petcoke, dan lain-lain. Ada pula beberapa bahan bakar padat alternatif seperti sekam padi, cangkang kelapa sawit dan lain sebagainya.

2. Bahan bakar cair: IDO, minyak solar, bensin, minyak tanah, bahan bakar sintetik, dan lain sebagainya.

3. Bahan bakar gas: LPG, gas alam, dan lain-lain.

Umumnya, IDO, solar, LNG dan lain sebagainya digunakan untuk pemanasan awal (heating up) pada saat pabrik akan beroperasi, setelah itu umunya digunakan batubara.

Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on March 31, 2012 in Sharing Ilmu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,

Proses Pembuatan Semen (Cement Manufacturing Process)

Udah tiga minggu aja Training di Perusahaan Semen ini. Setelah dua minggu belajar mengenai Leadership dan Company Profile, minggu ke-3 ini mulai lah belajar hal-hal teknis mengenai pabrik semen :D Hari pertama diminggu ke-3 Ane belajar mengenai Cemen manufacturing Process. Ane dikasih gambaran secara umum mulai dari definisi semen, tahapan-tahapan produksi semen, alat-alat atau unit proses yang ada di pabrik semen, sampai indikator-indikator apa saja yang menggambarkan kualitas dari semen itu sendiri. Oke dah langsung sharing aja Gan!

A. Sejarah Semen

Sebenernya, abad ke-18 (ada juga yang bilang 1700 M) seorang insinyur Sipil, John Smeaton udah bikin ramuan cikal bakal semen, yaitu adonan campuran antara batu kapur dan tanah liat yang kemudian dia pakai untuk membangun menara suar Eddystone di lepas pantai Comwall, Inggris. Tapi, bukan Smeaton yang mempatenkan cikal bakal semen ini. Seorang insinyur yang juga berkebangsaan Inggris, Josep Aspdin lah yang mengurus hak paten pada tahun 1824, yang kemudian dia sebut Semen Portland. Dinamai begitu karena warna hasil akhir olahannya mirip tanah liat yang ada di Pulau Portland, Inggris. Read the rest of this entry »

 
9 Comments

Posted by on March 27, 2012 in Sharing Ilmu

 

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , ,

Elemen-elemen Sistem Instrumentasi (Intermezzo)

Tulisan ini merupakan lanjutan dari tulisan sebelumnya yang membahas mengenai unjuk kerja sistem instrumentasi pengukuran. Dari tulisan tersebut telah dibahas mengenai istilah-istilah yang dipakai untuk memperlihatkan unjuk kerja (performansi) dari sebuah sistem istrumentasi pengukuran maupun elemen-elemen penyusunnya.

Seperti dijelaskan sebelumnya pada “Sistem Pengukuran (Part 1)” bahwa sistem instrumentasi terdiri dari sensor, prosesor sinyal, dan penampil data. Banyak sekali jenis-jenis sensor yang dikelompokan berdasarkan fungsinya, seperti:

1. Sensor perpindahan

2. Sensor kecepatan

3. Sensor tekanan fluida

4. Sensor aliran fluida

5. Sensor ketinggian cairan

6. Sensor temperatur

7. Dan lain sebagainya.

Untuk menjelaskan contoh-contoh dari ketujuh jenis sensor di atas, maka diperlukan postingan yang terpisah, mengingat satu jenis sensor saja dapat memiliki beberapa contoh sensor. Misalnya untuk sensor perpindahan, dapat ditemukan contoh-contoh sensor seperti potensiometer, strain gauge, sensor kapasitor, LVDT, Enkoder optis, Sensor posisi optis, Tachogenerator, dan lain sebagainya.

Demikian halnya dengan prosesor sinyal, ada yang disebut dengan jembatan Wheatstone, ADC, DAC, Op-amp, dan sistem transmisi lain yang digunakan untuk memproses sinyal yang keluar dari sensor sebelum menuju penampil data. Dengan belajar prosesor sinyal ini, maka kita tidak akan bingung lagi dengan pertanyaan “bagaimana ceritanya tekanan 3-15psig dapat dirubah menjadi 4-20A?” atau biasa disebut dengan P/I (P to I) dan demikian juga sebaliknya I/P. (Ane sendiri sebagai nubi, pas kuliah suka heran dengan yang namanya Transmitter karena ga tau cara kerjanya :D ).

Elemen yang terakhir adalah penampil data, dapat berupa indikator yang berupa kertas dan jarum penunjuk maupun angka digital yang terdiri dari lampu LED. Selain indikator juga ada perekam yang dapat menyimpan data atau untuk digunakan/diolah lain waktu.

 
Leave a comment

Posted by on December 21, 2011 in Sharing Ilmu

 

Tags: , , , ,

Unjuk Kerja (Performansi) Sistem Pengukuran dan Elemen-Elemen Fungsionalnya (Part 2)

Tulisan ini merupakan tulisan lanjutan dari tulisan sebelumnya mengenai Sistem Pengukuran. Untuk mengetahui kualitas atau unjuk kerja dari sistem pengukuran maupun elemen-elemen fungsional yang menyusun sistem tersebut, maka terdapat beberapa istilah-istilah unjuk kerja seperti akurasi dan eror, jangkauan, presisi, repeatability, reproduksitabilitas, sensitivitas, dan stabilitas.

I.1Akurasi dan error

Akurasi merupakan indikator dari seberapa dekat nilai yang dihasilkan oleh suatu sistem pengukuran dapat diharapkan merupakan nilai bersaran yang sebenarnya. Akurasi sering dinyatakan dalam bentuk persentase terhadap jangkauan penuh kluaran atau penyimpangan skala penuh atau full scale deflection (fsd). Misalkan sebuah sistem pengukuran arus mempunyai akurasi sebesar +/- 0,1 fsd. Artinya, jika penyimpangan skala penuhnya 10 A, maka akurasi sistem tersebut adalah +/- 0,1 A. Akurasi merupakan penjumlahan dari semua eror yang mungkin terjadi sebagaimana akurasi bagi sistem atau elemen yang dikalibrasikan. Error pengukuran adalah selisih antara hasil pengukuran dan nilai sebenarnya dari kuantitas yang diukur. Secara matematis dapat dituliskan sebagai:

Error = Nilai terukur – Nilai sebenarnya Read the rest of this entry »

 
1 Comment

Posted by on December 6, 2011 in Sharing Ilmu

 

Tags: , , , , , , , , ,

Sistem Pengukuran (part 1)

Sebagai seorang engineer, khususnya engineer yang mempunyai background teknik fisika (konsentrasi: instrumentasi dan kontrol), yang notabene dikenal karena kemampuannya dalam melakukan pengukuran dan pengendalian terhadap suatu sistem/proses plant, maka istilah sistem pengukuran merupakan basic yang seharusnya sudah dikuasai. Makanya, tulisan ini dibuat selain buat sharing, tapi juga supaya gw juga ga lupa :’(. Tulisan ini merupakan tulisan bersambung (caelaah) jadi kalo ada waktu dan ada mood, bakal dilanjutin dah.

Sistem pengukuran gampangnya bisa dibilang sebagai sistem instrumentasi yang secara khusus ditujukan untuk melakukan pengukuran. Dengan demikian, maka elemen-elemen yang menyusun sistem pengukuran merupakan elemen-elemen yang biasa kita jumpai pada sistem instrumentasi seperti pada umumnya. sebelum membahas mengenai elemen-elemen dasar sistem dan terminologi yang digunakan dalam menjelaskan unjuk kerja (performance) dari sebuah sistem instrumentasi pengukuran, terlebih dahulu harus mengerti apa yang dimaksud dengan “sistem”. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on November 27, 2011 in Sharing Ilmu

 

Tags: , , , ,

[Share] Manfaat minum air putih saat bangun tidur

Ada artikel kesehetan dari detik tentang manfaat minum aer saat bangun tidur nih, semoga menambah wawasan kita Gan :D langsung aja cekocrot Gan :D

1. Meningkatkan energi
Mengonsumsi air di pagi hari bisa meningkatkan metabolisme, membantu seseorang menjadi lebih waspada serta merasa lebih segar karena adanya peningkatan energi di dalam tubuh.

Hal ini karena hampir semua bagian tubuh memerlukan air agar bisa bekerja secara optimal, jika tubuh dehidrasi akan timbul kelelahan dan lesu sehingga menjadi tidak efisien.

2. Menghilangkan racun
Minum air di pagi hari akan membantu meringankan fungsi ginjal dalam hal menghilangkan berbagai racun dan produk buangan (limbah) dari dalam sistem tubuh. Hal ini karena saat malam hari tubuh tidak mendapatkan asupan cairan. Read the rest of this entry »

 
2 Comments

Posted by on September 7, 2011 in Sharing Berita, Sharing Ilmu

 

Tags: , ,

Idul Fitri 1432 H

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H
تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ كُلُّ عَامٍ وَ أَنْتُمْ بِخَيْرٍ
Mohon maaf lahir&batin (ʃƪ´▽`)

 
Leave a comment

Posted by on September 3, 2011 in Sharing apa aja lah

 

Tags: ,

Cerita Berkesan Juga nih :D

dapet dari Grup FB anak2 Fistek 07 nih, tp sumber aslinya dari kaskus :D langsung aje Gan, mari disimak :D

=======================================

Kelakuan cowok ane yang tolol a.k.a konyol. Kejadian pertama, waktu ane baru kenal sama cowok ane. Itu waktu ada acara kepanitiaan di kampus. Ane ama dia sama sama panitia. Tapi ane nggak kenal dia, dia juga nggak kenal ane. Suatu hari ane nggak ada tebengan pulang dari kampus ke kosan. ane udah sempet mau nangis itu gan. Semuanya pada pulang. Malem juga Ane mondar mandir gatau harus gimana. Nah trus ada cowok jalan dengan santainya kearah parkiran.

(Ane = AA)
(Cowok ane = HA)
HA : eh kamu panitia?
AA : Ngomong sama aku?
HA : enggak, aku ngomong ama betmen diatas pohon noh
AA : iya lah, liat aja baju kita sama (waktu itu ada seragam panitia gan )
HA : berarti kita couple donk?
AA : eh sapa kamu, kenal aja enggak
HA : hahaha. (entah tiba tiba dia ketawa gak jelas ), eh kamu belum dijemput ta?
AA : dijemput sapa? Orang aku ngekos
HA : sapa tau dijemput bapak kos
AA : Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

“Siraman” Rohani

“Siraman” rohani. Ada yang tau Gan ini maksudnya apa? Rohani nya disiram atau gimana? disiram pake apa? Wah Ane jg ga tau Gan. Rencananya tadi setelah subuhan tuh mau tidur lagi, tapi tiba2 pikiran ngelayap ga jelas kemana arahnya, ujung2nya nyampe lah ke kata “siraman rohani” –”

Tiba2 saja Ane mendadak filosofis dengan kata “siraman” rohani ini. Ane ga tau arti atau makna aslinya apa dari kata itu. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “siraman” berarti guyuran atau curahan. Sedangkan kata “rohani” menurut KBBi berarti berkaitan dengan roh, rohaniah.

Sekarang coba deh Agan2 berfikir filosofis dikit (caelah). Kata “siraman” rohani itu kalo dihubungkan dengan arti/makna awal masing2 kata dapat didefinisikan sebagai guyuran atau curahan yang bersifat rohaniah. Kenapa kata2 nya menggunakan istilah “siraman” ? kalo menurut Ane pribadi, udah tepat banget menggunakan kata ini. Coba kita pikir, yang namanya kegiatan menyiram itu ga mungkin kan dilakukan cuma satu kali? misalnya kira menyiram tanaman, ga mungkin kan kita menyiram tanaman cuma satu kali pas nanam doang, abis itu dibiarin? setidaknya sekali sehari (pagi2 misalnya) kita sebaiknya menyiram tanaman tersebut (yaa jangan dimisalkan tanaman kaktus ya Gan! –”). Demikian dengan rohani kita Gan! Kadang ada kalanya kita lg semangat, ada juga kalanya kita lagi down. Nah, siraman semacam ini lah yang diperlukan oleh rohani kita, sehingga pada saat dwon, kita mampu semangat kembali, dan ketika di saat semangat kita bisa down lagi istiqamah untuk tetap semangat. Read the rest of this entry »

 

Tags: , ,

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 180 other followers