Basic Valve

Ketika memulai untuk belajar tentang valve, saya merasa bingung untuk memulainya darimana. Ilmu mengenai valve sangat luas, terus berkembang, dan banyak sekali yang harus diperhitungkan dalam pernggunaannya dalam suatu plant/proses, sehingga secara tidak langsung kita juga harus belajar atau setidaknya mengetahui sifat dan karakteristik dari proses karea hal ini menentukan valve apa yang akan kita gunakan.

Dalam postingan ini saya mencoba untuk berbagi supaya teman-teman dapat memiliki gambaran secara umum tentang valve. Postingan ini hanya sebagai tahap awal bagi teman-teman yang ingin belajar mengenai valve. Selanjutnya, melalui “Mbah Google” semua yang ingin diketahui secara lebih spesifik dapat dengan mudah dilakukan. Coba lakukan pencarian di google dengan kata kunci “valve handbook” maka kita akan mendapat berbagai file PDF yang berisi mengenai spesifikasi valve mulai dari jenis-jenisnya sampai perhitungannya.

Valve (katup) sendiri adalah sebuah perangkat/perlengkapan yang mengatur/menyetel aliran dari suatu fluida (gases, liquid, fluidizel solid,slurries) dengan cara membuka, menutup, atau secara parsial menghambat/menutup suatu aliran. Secara umum valve dapat berfungsi sebagai isolate, switch, dan control fluid flow in piping system. Pada katup terbuka, arah fluida mengalir dari tekanan yang lebih tinggi ke tekanan yang lebih rendah.

Valve mempunyai banyak macam yang mungkin saja diklasifikasikan berdasarkan pada fungsi, bentuk, aksesoris serta karakteristiknya. Valve juga bisa saja diklasifikasi menurut bagaimana valve tersebut digerakan, seperti :

v  Hidraulic Valve

v  Pneumatic Valve

v  Manual Valve

v  Selenoid Valve

v  Motor Valve

Valve beroperasi secara manual menggunakan leversor or gear operator atau yang beroperasi secara otomatis (motor) mengguanakan electric, pneumatic, electro-pneumatic, and electro-hidraulic powered actuator. Valve yang manual biasa digunakan jika penggunaannya tidak bersifat frequently atau tidak terdapat sumber daya untuk mensuplai.

Jenis valve standar (basic valve type)

  1. Isolation valves : on/of valves biasanya beroperasi sebagai valve yang terbuka penuh atau tertutup penuh. cntohnya seperti ball valve, plug valve, butterfly valve diafraghm valve, float valve,  globe valve, dan selenoid valve.
  2. Switching valves berfungsi untuk menyearahkan (converge) atau membelokan (diverge) aliran fluida pada suatu sistem pipa (piping system). Contoh yang termasuk switching valves adalah 3-ways valves.
  3. Control valve digunakan untuk memodulasi aliran (mengatur aliran dengan membuka atau menutup pada persentasi tutup-buka tertentu). Biasanya untuk kontrol valve ini ditambahkan sebuah aktuator sebagai penggerak plug pada valve.

Control valve merupakan hal wajib yang harus dikuasai bagi enginner, khususnya untuk instrument engineer, mechanical engineer, proccess enginner dan lain sebagainya.

Masih ada banyak lagi berbagai macam valve (dengan aplikasi tertentu) yang digunakan pada proses industri untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan khusus lainnya, seperti stream traps, pressure-relief valves,capillary tubes, thermostatic expansion valves, dan lain sebagainya.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s